Bagaimana Jodoh Itu Bertemu?
Bagaimana tentang jodoh? Seperti apa caranya bertemu? Dengan mencari-cari, dengan mengorek informasi, dengan mengejar, dengan meminta diperkenalkan, atau dengan perjanjian? Bukankah itu rekayasa manusia? Sudah pasti asumsi yang menjadi harapannya. Asumsi akan happy ending. Tapi jika tak berujung demikian, bagaimana? Jatuhnya pasti setinggi asumsi itu sudah naik, yang melambung menjadi seolah-olah yang disebut harapan dari Tuhan.
Lalu, bagaimana sejatinya cara jodoh itu bertemu? Pastinya bukan dengan membuat janji. Seperti apapun caranya, jika sudah momentumnya pasti bertemu. Mau tak mau, suka tak suka. Kebanyakan yang demikian akan berakhir mau dan suka dengan cara seperti itu. Meski sering dianggap sebuah kebetulan saja. Bukankah tak benar-benar ada yang namanya kebetulan? Jika percayanya sudah tinggi, pasti sadar itu sudah dalam skenario.
Lalu, bagaimana sejatinya cara jodoh itu bertemu? Pastinya bukan dengan membuat janji. Seperti apapun caranya, jika sudah momentumnya pasti bertemu. Mau tak mau, suka tak suka. Kebanyakan yang demikian akan berakhir mau dan suka dengan cara seperti itu. Meski sering dianggap sebuah kebetulan saja. Bukankah tak benar-benar ada yang namanya kebetulan? Jika percayanya sudah tinggi, pasti sadar itu sudah dalam skenario.
Tidak ada komentar: