Header Ads

Tentang Penulis




Tentang penulis, Masih muda, dan terus merasa muda. Memang masih 20 tahun lebih sedikit! (Tetap seperti itu) Usia muda yang nggak kekanak-kanakan!
Pernah menjadi Planter at Oil Palm Plantation
Always Job Seeker (Langkah kaki yang benar itu perjalanan mencari sejatinya pekerjaan, bergaji ridho)
Seorang Silent writer
Setelah menemukan sebuah pandangan hidup baru, lahirlah blog ini! Yang kesekian kalinya telah dibuat. Begini pandangannya:
"Dan selama masih ada laut, layar kan tetap berkembang. Meski tak selalu lahir pelangi setelah hujan badai. Tak bisa lagi menjadi warga nrimo ing pandhum. Karena tidak akan berubah nasib suatu kaum jika dia tak mau merubahnya!"
Lalu,  perihal blog ini! Ditulis secara gamblang karena sulit bermajas apalagi berfilsafat. Tak beralur juga tak teratur. Dipaksakan tak boleh berhenti saja!
Dan kenapa http://kukuhniam.blogspot.com ??
Jelas, bukan?
Dan kenapa Sebelaslapan?
Sebelas itu istimewa, sampai ada yang meng-aku-kannya spesial. Seseorang di tempo doeloe.
Tapi memang istimewa dan spesial. Coba bayangkan jika hanya ada angka 1 (Satu)! Sendiri, sepi, pasti bosan. Meski ada kalanya kita butuh waktu untuk sendiri. Angka satu itu rasanya kurang cocok untuk yang masih merasa dirinya diciptakan. Lebih sesuai untuk-Nya. Esa dan hanya satu-satunya.
Satu melambangkan makhluk kalau sudah berpasang-pasangan. Berpasangan dengan siapa? 0 (nol), 2 (dua), 3 (tiga) dan lainnya pun diperbolehkan. Berpasangan itu memang sudah wujud qada' dan qadar yang terfirman dalam kitab-Nya. Iya kan? yang sering ngaji pasti lebih jago!
Namun, coba dipikirkan. Pasangan secara harfiah itu, baik sepasang kekasih, teman, sahabat, keluarga, interaksi sosial, atau sekedar tatap muka, semuanya harus seimbang, selaras, saling melengkapi, saling menguntungkan, dan tak ada yang dirugikan. Maka dari itu akan sesuai jika dilambangkan dengan angka 11 (sebelas). Lebih selaras dan tak ada yang condong. Coba bayangkan jika diumpamakan angka 10 (sepuluh), tak ada salahnya tapi sering diumpamakan satu kurus dan satu gendut. Agar tak ada yang tersinggung, tak masalah diumpamakan dengan pasangan angka berapa, ini pasal selera saja.
Lalu Lapan, ini bukan lalapan, tapi 8 (delapan). Masih berkaitan dengan sebuah pasangan atau hubungan dalam jalannya hidup. Delapan itu perlambangan ikatan kuat, sangat kuat yang tiada putusnya. Suatu hubungan atau ikatan berpasang-pasangan apapun labelnya, entah itu suami istri, sahabat, teman, keluarga dan lainnya haruslah kuat dan berkesinambungan. Berjalan terus-menerus tidak dalam satu waktu merasa butuh saja.  Bukan kah memutus ukhuwah atau silaturahmi itu dilarang?

Dan semoga dengan hadirnya Sebelaslapan ini mampu mendekatkan yang ingin dekat, mempererat yang ingin merapat. Tentu tiada mawar yang tak berduri, kalau ada luka diungkapkan saja! Bisa lewat kotak komentar! Syukur-syukur penuh sopan santun! Kritikan pedas tak masalah, caci makian meski kurang sopan juga dipersilahkan. Lawan dari cinta bukanlah benci, tapi diabaikan. Selama masih ada yang marah, benci, mengkritik sampai caci maki, itu tandanya peduli. Mungkin ada benih cinta. Tapi janganlah untuk kaum yang bukan hawa!
Apapun masalahnya, sepahit apapun, sampaikan saja! Tak akan pernah selesai jika hanya dipendam!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.